Buku fiqih dakwah ilallah ini mengajak kita menyelami samudra yang sangat luas dan kaya dengan berbagai hal yang menyangkut persoalan dakwah. Argumentasi-argumentasi yang dibangun tampak jelas bersandar pada nash Al-qur`an dan hadits, serta aplikasi para da`i teladan sepanjang zaman dalam sejarah dakwah mereka yang cukup panjang.
Nilai aplikasi karya ini sangat jelas, karena penulisnya adalah seorang figur sekaligus tokoh dakwah yang hidup pada era dakwah kontemporer yang sedang berlangsung. Tidak berlebihan jika dikatakan, bahwa karya ini lebih menekankan pada sisi aplikasi dakwah diruang dan wilayah dakwah yang luas, menjangkau seluruh dimensi dan lini kehidupan, serta segmentasi objek dakwah yang sangat variatif sesuai dengan tuntunan dan kebutuhan dakwah.
Prof.DR. Taufiq yusuf al-wa`iy memandang penting segmentasi dakwah di era kini, karena wilayah dan cakupan dakwah yang berhasil dikembangkan oleh para dai semakin luas. Terutama, wilayah dakwah yang sangat strategis, seperti peran masjid, baik secara ilmiah, ruhiyah maupun ukhawiyah (baca : nilai ukhuwwah/persaudaraan). Juga peran dakwah sekolah dengan semakin merebaknya budaya permisif, hedonis dan materialistis disana, ditunjang dengan arus informasi yang mendukung budaya tersebut. Demikian juga peran dakwah kampus yang sangat strategis sebagai basis dan motor penggerak perubahan dan perbaikan ke arah kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Buku ini menjadi lebih menarik dan berbobot, karena dilengkapi dengan uraian tentang berbagai rintangan yang akan dihadapi dalam berdakwah hingga cara-cara yang harus ditempuh, sehingga seorang dai bisa berdakwah dengan ilmu, hikmah dan pemahaman yang benar. Karena itu, tidak berlebihan jika kemudian buku ini disebut sebagai referensi penting bagi para dai.
Sumber referensi: Al-itishom.com
Judul Buku : Fiqih Dakwah IlallahPenulis : Prof.Dr.Taufiq Yusuf Al-WavyPenerbit : Al-ItishomTebal buku : 884 HalamanUkuran : 15,5 cm x 24 cm
Penerbit: Al-itishom
Pemesanan : bsi_kharisma@yahoo.com
 |
| Add caption |
Banyak sudah penafsir ajaran-ajaran Imam Syahid Hasan Al-Banna, khususnya Ushulul Isyrin, dari Dr. Yusuf Al-Qardlawi, Ust. Said Hawwa, Dr. Ali Abdul Halim Mahmud, Syeikh Dr. Abdullah Al-Khathib, sampai Dr. `Isham Muhammad Al-Basyir. Atau penjabar dalam satuan-satuan tema seperti Dr. Mazin Farrukh. Atau studi kritis aplikasi, seperti yang dilakukan oleh Prof. Fathi Yakan.
Sementara Musthafa Masyhur secara khusus justru mencerminkan seorang penafsir Majmu`ah Rasail (Himpunan Risalah Hasan Al-Banna) dengan kekentalan apresiasi dan latar belakang 10 tahun tarbiyah intensif Hasan Al-Banna. Diantara kekhasannya adalah ‘ayat-ayat’ tajribiyah (pengalaman) yang menggenapi ayat-ayat Qur`aniyah. Hal itu telah memberikan bekalan mata air keyakinan, kesabaran, kesetiaan dan totalitas pengorbanan bagi dakwah ini.
Dari 18 risalah yang dihimpun menjadi 2 jilid besar Fiqhud Da`wah ini, sukar mengambil yang terbaik, karena semuanya menyuluh berbagai persoalan secara variatif. Sebagian bersifat moral
spiritual, lainnya konseptual intelektual dan selebihnya aplikasi operasional. Diantara yang akan sangat membantu menjawab tanda tanya, mungkin risalah Tasa`ulat `alat `ala Thariq (Ikhwanul Muslimin Menjawab Gugatan) mewakili apresiasinya terhadap dakwah ini. Thariqud Da`wah bainal Ashalah wal inhiraf (Prinsip dan Penyimpangan) memberikan rambu-rambu bagi perjalanan dakwah dan para da`inya.
Demikian juga dengan risalah yang membahas Al-Qiyadah wal Jundiyah. Sementara Qadhaya Asasiyah yang sudah sangat masyhur dikalangan para belia dakwah, menjawab abjadiyat dan aulawiyat (skala prioritas) serta membedah persoalan-persoalan dakwah. Dalam tajuk Wahdatul Amalil Islami (kesatuan amal islami), sekali lagi Nampak betapa disiplin gerakan dakwah dalam makna sejati dan sedalamnya, mencerminkan semangat pendahulunya, Mursyid II Hasan Al-Hudhaibi Rahimahullah dalam Duatun La Qudlah (Kami Da`i, Bukan Hakim).
Keistimewaan lainnya, Musthafa Masyhur mampu mengurai semua permasalahan itu, dengan sentuhan kata dan nuansa makna yang dalam dan sarat oleh pengaruh ruhiyah yang tinggi. Justru disanalah letak keunikan karya tulis yang ditopang oleh pengalaman langsung penulisnya. Wal hasil, kumpulan risalah Fiqhud Dakwah ini, adalah karya monumental sekaligus intisari dari hasil perasaan pikiran seorang pejuang dakwah yang mutlak dimiliki oleh para generasi dakwah. Karya Mursyid AambIkhwanul Muslimin V, yang saat ini ada dihadapan Anda InsyaAllah mampu meberi bekal, pelita dan rambu-rambu yang akan menerangkan perjalanan panjang para musafir dalam kafilah dakwah, hingga sampai pada tujuan dakwah terakhirnya.
Sumber Resensi: al-itishom.com
Judul Buku : Fiqih Dakwah Jilid 2
Penulis : Syaikh Musthafa Masyhur
Penerbit : Al-Itishom
Tebal buku : 884 Halaman
Ukuran : 15,5 cm x 24 cm
Penerbit : Al-Itishom
Pemesanan: bsi_kharisma@yahoo.com
 |
| Add caption |
Banyak sudah penafsir ajaran-ajaran Imam Syahid Hasan Al-Banna, khususnya Ushulul Isyrin, dari Dr. Yusuf Al-Qardlawi, Ust. Said Hawwa, Dr. Ali Abdul Halim Mahmud, Syeikh Dr. Abdullah Al-Khathib, sampai Dr. `Isham Muhammad Al-Basyir. Atau penjabar dalam satuan-satuan tema seperti Dr. Mazin Farrukh. Atau studi kritis aplikasi, seperti yang dilakukan oleh Prof. Fathi Yakan.
Sementara Musthafa Masyhur secara khusus justru mencerminkan seorang penafsir Majmu`ah Rasail (Himpunan Risalah Hasan Al-Banna) dengan kekentalan apresiasi dan latar belakang 10 tahun tarbiyah intensif Hasan Al-Banna. Diantara kekhasannya adalah ‘ayat-ayat’ tajribiyah (pengalaman) yang menggenapi ayat-ayat Qur`aniyah. Hal itu telah memberikan bekalan mata air keyakinan, kesabaran, kesetiaan dan totalitas pengorbanan bagi dakwah ini.
Dari 18 risalah yang dihimpun menjadi 2 jilid besar Fiqhud Da`wah ini, sukar mengambil yang terbaik, karena semuanya menyuluh berbagai persoalan secara variatif. Sebagian bersifat moral
spiritual, lainnya konseptual intelektual dan selebihnya aplikasi operasional. Diantara yang akan sangat membantu menjawab tanda tanya, mungkin risalah Tasa`ulat `alat `ala Thariq (Ikhwanul Muslimin Menjawab Gugatan) mewakili apresiasinya terhadap dakwah ini. Thariqud Da`wah bainal Ashalah wal inhiraf (Prinsip dan Penyimpangan) memberikan rambu-rambu bagi perjalanan dakwah dan para da`inya.
Demikian juga dengan risalah yang membahas Al-Qiyadah wal Jundiyah. Sementara Qadhaya Asasiyah yang sudah sangat masyhur dikalangan para belia dakwah, menjawab abjadiyat dan aulawiyat (skala prioritas) serta membedah persoalan-persoalan dakwah. Dalam tajuk Wahdatul Amalil Islami (kesatuan amal islami), sekali lagi Nampak betapa disiplin gerakan dakwah dalam makna sejati dan sedalamnya, mencerminkan semangat pendahulunya, Mursyid II Hasan Al-Hudhaibi Rahimahullah dalam Duatun La Qudlah (Kami Da`i, Bukan Hakim).
Keistimewaan lainnya, Musthafa Masyhur mampu mengurai semua permasalahan itu, dengan sentuhan kata dan nuansa makna yang dalam dan sarat oleh pengaruh ruhiyah yang tinggi. Justru disanalah letak keunikan karya tulis yang ditopang oleh pengalaman langsung penulisnya. Wal hasil, kumpulan risalah Fiqhud Dakwah ini, adalah karya monumental sekaligus intisari dari hasil perasaan pikiran seorang pejuang dakwah yang mutlak dimiliki oleh para generasi dakwah. Karya Mursyid AambIkhwanul Muslimin V, yang saat ini ada dihadapan Anda InsyaAllah mampu meberi bekal, pelita dan rambu-rambu yang akan menerangkan perjalanan panjang para musafir dalam kafilah dakwah, hingga sampai pada tujuan dakwah terakhirnya.
Sumber Resensi: al-itishom.com
Judul Buku : Fiqih Dakwah Jilid 1
Penulis : Syaikh Musthafa Masyhur
Penerbit : Al-Itishom
Tebal : 530 Halaman
Ukuran : 16 cm x 24,5 cm
Penerbit : Al-Itishom
Pemesanan: bsi_kharisma@yahoo.com
 |
| Add caption |
Kerapkali kita merasa kesulitan saat membaca kitab fiqih atau belajar fiqih karena istilah-istilah yang sulit dipahami. Namun berbeda dengan kitab fiqih sunnah karya syaikh sayyid sabiq, kitab yang ditulis selama 30 tahun ini merupakan buku fiqih sederhana yang menggunakan metode “fiqih dalil”. Setiap permasalahan fiqih dibahas, disertai dalil, baik dari Al-quran, as-sunnah, Al-ijma` atau dalil-dalil fiqih yang lainnya.
Walaupun sederhana, buku ini mencakup berbagai masalah fiqih yang biasa kita hadapi dalam keseharian. Tidak berlebihan kalau dikkatakan, dengan membaca buku fiqih sunnah, kebutuhan akan fiqih kita sudah terpenuhi.
Masalah-masalah fiqih dalam buku ini dipaparkan dengan gaya bahasa yang mudah dicerna dan lengkap. Lebih dari itu, syaikh sayyid sabiq berusaha tidak mengangkat perbedaab pendapat yang terjadi diantara para ulama. Namun jika mengharuskan, sayyid sabiq mengemukakannya sekilas.
Sayyid sabiq tidak pernah menarik pendapat-pendapatnya dalam buku ini. Hal ini menunjukkan bahwa beliau tidak menemukan dalil yang mengharuskan beliau menarik pendapatnya dan menggantinya.
Beberapa kritik dilontarkan terhadap buku ini. Diantara kritik yang ada, “buku ini tidak bermadzhab, tidak bermadzhab adalah pintu menuju tidak beragama”. Namun sesunggguhnya…. Buku ini tidak bias dikatakan tidak bermadzhab karena buku ini tidak menyerang madzhab dan tidak menyatakan tidak setuju dengan mazhab. Sayyid sabiq berpegang pada kaidah, “setiap ilmu yang diambil dari ahlinya bias diterima”.
Untuk menjaga kesamaan makna, fiqih sunnah yang diterbitkan Al-i`tishom ini diedit oleh editor ahli, Dr. Muhammad taufik hulaimi, M.A., M.Ed. seorang doctor dibidang ushul fiqih di fakultas syariah universitas umm damman dan pengajar fiqih sunnah sekaligus orang yang pernah bertemu dan belajar fiqih sunnah dengan penulis.
Sumber Resensi: al-itishom.com
Judul Buku : Fiqih Sunah Jilid 3
Penulis : Sayid Sabiq
Penerbit : Al-Itishom
Tebal buku jilid 1 : 904 halaman
Tebal buku jilid 2 : 754 halaman
Tebal buku jilid 3 : 734 halaman
Ukuran : 15,5 cm x 24 cmPenerbit : Al-Itishom
Pemesanan: bsi_kharisma@yahoo.com
 |
| Add caption |
Kerapkali kita merasa kesulitan saat membaca kitab fiqih atau belajar fiqih karena istilah-istilah yang sulit dipahami. Namun berbeda dengan kitab fiqih sunnah karya syaikh sayyid sabiq, kitab yang ditulis selama 30 tahun ini merupakan buku fiqih sederhana yang menggunakan metode “fiqih dalil”. Setiap permasalahan fiqih dibahas, disertai dalil, baik dari Al-quran, as-sunnah, Al-ijma` atau dalil-dalil fiqih yang lainnya.
Walaupun sederhana, buku ini mencakup berbagai masalah fiqih yang biasa kita hadapi dalam keseharian. Tidak berlebihan kalau dikkatakan, dengan membaca buku fiqih sunnah, kebutuhan akan fiqih kita sudah terpenuhi.
Masalah-masalah fiqih dalam buku ini dipaparkan dengan gaya bahasa yang mudah dicerna dan lengkap. Lebih dari itu, syaikh sayyid sabiq berusaha tidak mengangkat perbedaab pendapat yang terjadi diantara para ulama. Namun jika mengharuskan, sayyid sabiq mengemukakannya sekilas.
Sayyid sabiq tidak pernah menarik pendapat-pendapatnya dalam buku ini. Hal ini menunjukkan bahwa beliau tidak menemukan dalil yang mengharuskan beliau menarik pendapatnya dan menggantinya.
Beberapa kritik dilontarkan terhadap buku ini. Diantara kritk yang ada, “buku ini tidak bermadzhab, tidak bermadzhab adalah pintu menuju tidak beragama”. Namun sesunggguhnya…. Buku ini tidak bias dikatakan tidak bermadzhab karena buku ini tidak menyerang madzhab dan tidak menyatakan tidak setuju dengan mazhab. Sayyid sabiq berpegang pada kaidah, “setiap ilmu yang diambil dari ahlinya bias diterima”.
Untuk menjaga kesamaan makna, fiqih sunnah yang diterbitkan Al-i`tishom ini diedit oleh editor ahli, Dr. Muhammad taufik hulaimi, M.A., M.Ed. seorang doctor dibidang ushul fiqih di fakultas syariah universitas umm damman dan pengajar fiqih sunnah sekaligus orang yang pernah bertemu dan belajar fiqih sunnah dengan penulis.
Sumber Resensi: al-itishom.com
Judul Buku : Fiqih Sunah Jilid 2
Penulis : Sayid Sabiq
Penerbit : Al-Itishom
Tebal buku jilid 1 : 904 halaman
Tebal buku jilid 2 : 754 halaman
Tebal buku jilid 3 : 734 halaman
Ukuran : 15,5 cm x 24 cmPenerbit : Al-Itishom
Pemesanan: bsi_kharisma@yahoo.com
Kerapkali kita merasa kesulitan saat membaca kitab fiqih atau belajar fiqih karena istilah-istilah yang sulit dipahami. Namun berbeda dengan kitab fiqih sunnah karya syaikh sayyid sabiq, kitab yang ditulis selama 30 tahun ini merupakan buku fiqih sederhana yang menggunakan metode “fiqih dalil”. Setiap permasalahan fiqih dibahas, disertai dalil, baik dari Al-quran, as-sunnah, Al-ijma` atau dalil-dalil fiqih yang lainnya.
Walaupun sederhana, buku ini mencakup berbagai masalah fiqih yang biasa kita hadapi dalam keseharian. Tidak berlebihan kalau dikkatakan, dengan membaca buku fiqih sunnah, kebutuhan akan fiqih kita sudah terpenuhi.
Masalah-masalah fiqih dalam buku ini dipaparkan dengan gaya bahasa yang mudah dicerna dan lengkap. Lebih dari itu, syaikh sayyid sabiq berusaha tidak mengangkat perbedaab pendapat yang terjadi diantara para ulama. Namun jika mengharuskan, sayyid sabiq mengemukakannya sekilas.
Sayyid sabiq tidak pernah menarik pendapat-pendapatnya dalam buku ini. Hal ini menunjukkan bahwa beliau tidak menemukan dalil yang mengharuskan beliau menarik pendapatnya dan menggantinya.
Beberapa kritik dilontarkan terhadap buku ini. Diantara kritk yang ada, “buku ini tidak bermadzhab, tidak bermadzhab adalah pintu menuju tidak beragama”. Namun sesunggguhnya…. Buku ini tidak bias dikatakan tidak bermadzhab karena buku ini tidak menyerang madzhab dan tidak menyatakan tidak setuju dengan mazhab. Sayyid sabiq berpegang pada kaidah, “setiap ilmu yang diambil dari ahlinya bias diterima”.
Untuk menjaga kesamaan makna, fiqih sunnah yang diterbitkan Al-i`tishom ini diedit oleh editor ahli, Dr. Muhammad taufik hulaimi, M.A., M.Ed. seorang doctor dibidang ushul fiqih di fakultas syariah universitas umm damman dan pengajar fiqih sunnah sekaligus orang yang pernah bertemu dan belajar fiqih sunnah dengan penulis.
Sumber Resensi: al-itishom.com
Judul Buku : Fiqih Sunah Jilid 1
Penulis : Sayid Sabiq
Penerbit : Al-Itishom
Tebal buku jilid 1 : 904 halaman
Tebal buku jilid 2 : 754 halaman
Tebal buku jilid 3 : 734 halaman
Ukuran : 15,5 cm x 24 cmPenerbit : Al-Itishom
Pemesanan: bsi_kharisma@yahoo.com
 |
| Add caption |
Para ulama termotivasi untuk menghimpun hadits-hadits yang merupakan siklus ajaran Islam. Rasulullah menegaskan bahwa barangsiapa yang hafal 40 hadits, pada hari Kiamat kelak, ia dibangkitkan bersama ulama. Atau, dikatakan kepadanya, “Masuklah dari pintu surga yang kamu sukai.” Dan yang terjadi, karya ulama yang menghimpun 40 hadits bermunculan. Arba’in An-Nawawiyah adalah salah satunya dan termasuk karya yang paling populer, karena hadits-hadits yang termuat di dalamnya adalah inti ajaran Islam.
Kepopuleran Arba’in An-Nawawiyah menyebabkan banyak ulama tertarik untuk memberikan syarah (penjelasan), termasuk Dr. Musthafa Dieb Al-Bugha & Muhyiddin Mistu. Pengalaman mereka di bidang Penulisan menjadikan syarah ini memiliki nilai tambah. Pantas kiranya mereka memberi judul buku ini Al-Wafi karena setiap pembaca akan merasa puas dengan gaya Penulisan dan pemaparannya.
Sumber referensi: Al-itishom.com
Judul Buku : Al-Wafi Menyelami Makna 40 Hadist Rasulullah
Penulis : DR. Musthafa Dieb Al Bugha & Muhyidin Mistu
Penerbit : Al-Itishom
Tebal buku : 458 Halaman
Ukuran :15,5 cm x 24 cm
Penerbit: Al-itishom
Pemesanan : bsi_kharisma@yahoo.com